Kamis, 01 Desember 2016

KULIAH PAKAI SERAGAM? APASIH ESENSI MENGENAKAN SERAGAM?


Pernahkah kalian melihat seorang mahasisiwa mengenakan sergam ketika kuliah? Pasti adakan? Yah hal itu memang benar, ada beberapa lembaga penyelenggara pendidikan, khususnya tingkat pendidikan tinggi atau dalam suatu lembaga perkuliahan yang mewajibkan mahasiswanya mengenakan seragam? Mengapa? Adakah manfaatnya? Kita bahas yuuuk.
Seragam adalah seperangkat pakaian standard sama corak dan modelnya yang digunakan oleh sekelompok orang atau organisasi tertentu. Pemakaian baju seragam kini telah mendunia mulai dari Militer, Polisi, Sekuriti, Milisi sampai klub olah raga, Seniman dan Petugas Restauran pun menggunakannya. Bahkan ibu-ibu RT dan anak- sekolah pun menggunakan baju seragam.
Seragam telah digunakan sejak ratusan tahun sebelum Masehi. Pertama sekali digunakan secara kolektif oleh legiun Sparta, Yunani kuno yang terkenal  (400 - 600 SM). Setelah zaman kuno tersebut, kerajaan Romawi (30 SM - 395 ) memperkenalkan seragam militer pada satuan kekuatan utama dalam milter Romawi (Legionari). Pada abad ke 18, seragam militer pertama sekali diperkenalkan oleh unit kecil pasukan khusus Perancis, Imperial Guard, salah satunya Napoleon's Imperial Guard. Seragam militer telah berevolusi demikian hebatnya.
Apakah kuliah juga harus pakai seragam seperti layaknya anggota militer? Disini mahasiswa dituntut untuk memakai seragam sesuai dengan profesi apa yang hendak dicetak, misalnya menjadi calon guru, calon bidan perawat atau dokter dan lainnya.
Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mempersiapkan mahasiswa yang siap menjadi keluaran (output) yang professional sesuai dengan bidangnya, upaya ini berpacuan pada pepatah yang berbunyi “bisa karena biasa”. Dengan demikian mahasiswa yang dituntut untuk bisa berpakaian rapi sesuai dengan keprofesiannya diharapkan akan terbiasa jika dimulai dari masa-masa mereka menempuh kependidikan yang mereka ambil yaitu ketika dibangku perkuliahan. Namun, efektifkah maksud dan tujuan tersebut?
Sebagai contoh kita ambil satu profesi yang keberadaanya sangat vital yaitu guru atau tenaga pendidik. Haruskah guru bersegaram rapi?
Guru selalu berhadapan dengan murid sejak PAUD/ TK, SD, SMP, SMA/ SMK. Guru berhadapan dengan anak-anak yang belum dapat memahami makna di balik seragam. Untuk anak sekolah memang perlu diseragamkan karena tiga alasan.
Pertama, agar tidak terjadi kastanisasi kelas sosial. Jika setiap siswa bebas mengenakan baju, tentunya itu dapat berakibat buruk. Siswa yang berasal dari keluarga miskin tentu merasa malu karena bajunya tidak berganti-ganti seperti teman-teman lainnya. Kedua, seragam dapat digunakan sebagai media untuk membangun budaya disiplin. Dengan pengenaan seragam, tentunya sekolah dapat memantau kedisiplinan anak. Pada akhirnya, mental disiplin anak pun terbentuk. Ketiga, siswa mudah bersosialisasi sesama siswa karena kemudahan mengenal identitasnya. Setiap seragam tentu dilengkapi dengan atribut sebagai identitas instansi. Inilah pentingnya seragam bagi anak.
Namun, ada beberapa alasan mengapa  seragam tidak perlu dikenakan guru (Johan Wahyudi dalam KOMPAS). Banyak kekurangan yang menyebabkan ketidakefektivan jika guru mengenakan seragam. Saya mencatat lima kekurangan jika guru diminta untuk menggunakan seragam.
Pertama, guru adalah pegawai sipil. Seharusnya guru menjadi cermin sebagai orang sipil. Dengan berpakaian bebas nan sopan, guru dapat berinteraksi semua kalangan tanpa dibatasi “pembatas” yang bernama seragam. Kedua, seragam membuat jarak antara guru dan siswa. Pada intinya, pembelajaran paling efektif adalah kegiatan interaksi guru dengan siswa. Pembelajaran akan terlaksana efektif jika guru dan siswa tidak berjarak. Namun, siswa sering malu atau sungkan jika berhubungan dengan guru. Mengapa? Karena gurunya mengenakan seragam bak militer. Ketiga, guru adalah bagian dari masyarakat. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru profesional adalah kompetensi sosial. Itu berarti bahwa guru mesti menjadi figur di tengah masyarakat. Figur itu tampak dari tampilan kesederhanaan, kesahajaan, keramahan, pelayanan, kerendahhatian, dan kedermawanannya. Itu akan sulit dicapai jika guru mengenakan seragam. Masyarakat sering menempatkan guru sebagai orang kelas atas alias golongan priyayi. Jelas konsep pegawai sipil terhapus! Keempat, seragam mengesankan keangkuhan. Seorang guru mesti mengenakan seragam dengan beragam atribut. Silakan diperhatikan seragam guru dan atributnya: baju keki (PDH) atau PSH, tergantung sebuah lencana papan nama dari pemerintah daerah/ kota, lambang KORPRI, dan papan nama yang terbuat dari mika atau logam. Jelas semua atribut itu terkesan “mengangkuhkan” diri sebagai PNS. Kelima, guru sering bertingkah bak jagoan karena suka memerintah siswanya dengan beragam sebutan yang tak pantas. Karena mengenakan seragam, para siswa terkesan ketakutan jika membantah perintah guru. Daripada mendapat hukuman, lebih baik para siswa menuruti perintah sang guru meskipun hatinya dongkol. Jelas seragam menjadi identitas yang mengesankan arogan.
Informasi diatas telah menjawab mengapa guru harus berseragam dan kekurangan apa yang mungkin terjadi bila guru mengenakan seragam. Hal diatas seharusnya dapat menginspirasi kita sebagai calon guru harus mampu memahami esensi dari pakaian yang kita kenakan, idealnya guru tidak harus berseragam, namun berpakaianlah sepatutnya, tidak melanggar norma dan aturan yang ada. 

Sumber/referensi:

http://www.kompasiana.com/abanggeutanyo/apalah-arti-sebuah-baju-seragam_54f939fea333112c048b4ab4

JADI GURU, CITA – CITA ATAU TUNTUTAN???


Berbicara cita-cita, pernahkah kalian memiliki cita-cita yang konsisten dari mulai duduk dibangku sekolah dasar sampai saat ini masuk perguruan tinggi? Berdasarkan pengalaman saya dari dulu ketika saya pertama kali ditanya ingin jadi apa sampai sekarang jawaban yang keluar dari mulut saya selalu berbeda-beda, mau jadi dokter, arsitek, penyanyi atau jadi artis? Beberapa profesi tersebut rasanya pernah menjadi salah satu cita-cita saya, tidak konsisten bukan? Taukah kalian, dan kini saya masuk keperguruan tinggi dan mengambil salah satu jurusan yang menurut saya bukan mainan, menjadi guru (pendidik). Entah cita-cita atau mungkin terjebak.
Awalnya pilihan ini menjadi beban yang cukup menggangu hati nurani saya, karena menjadi pendidik bukan keinginan atau cita-cita saya. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai menyukai hal-hal yang berpacu pada kependidikan setelah saya masuk semester dua, beberapa bulan lalu. Oleh karena itu untuk memahami apa sebenarnya keistimewaan dari keprofesian pendidik ini? Mari kita bahas..
Guru (bahasa Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatuilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Guru adalah penuntun. Ia akan menjadi penunjuk arah untuk setiap kebaikan. Guru tak sekadar siapa mengajarkan apa, tapi apapun yang bisa memberi makna kehidupan sejatinya ia adalah guru. Guru tak hanya ada di ruang kelas. Namun bagaimana kita memandang setiap lapisan kehidupan lalu kita mendapatkan hikmah-nya disanalah sang guru berada.
Oleh karena itu guru harus professional, mengapa demikian?
1.   karena guru harus menujukan komitmen yang tinggi terhadap tugasnya sebagai guru, sikapnya yang dedikatif, komitmennya  terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap continuous improvement yang dimilikinya.
2.   Karena menurut H.A Malik Fadjar pernah melontarkan statement bahwasannya pada saat ini didunia pendidikan kita masih kekurangan guru, kalau tenaga kerjanya banyak, tetapi tenaga guru masih sangat langka. Ukuran kualitas perguruan tinggi bukan hanya dilihat dari berapa yang bergelar doctor, tetapi berapa banyak guru didalamnya.
3.   Banyak para pakar berpendapat bahwasannya masih terdapat indikasi profesionalisme guru di Indonesia yang masih sakit keras, baik pada aspek input, distribusi, mutu akademik, aktivitas ilmiah maupun penguasaan di bidnagnya.
Sungguh profesi yang amat vital bukan, tetapi betapa istimewanya profesi ini. Nah masih merasa menjadi guru karena terjebak atau tuntutan??

Sumber :

MERAYAKAN ULANG TAHUN, APAKAH ESENSINYA? BAGAIMANA MENURUT PANDANGAN ISLAM?


Setiap orang tentu perrnah melihat atau mungkin merasakan merayakan hari lahir atau yang disebut dengan ulang tahun, pernahkah kalian berpikir apakah esensi merayakan hari ulang tahun tersebut? Bagaimana pandangan islam mengenai hal tersebut? Mari kita bahas...
Siapa yang tidak mengetahui istilah "hari ulang tahun", semua tentunya, tak asing lagi di telinga saat mendengar istilah tersebut dan tampaknya melegitimasi di tiap-tiap masyarakat. Ya! Hari yang kerap kali kita idam-idamkan kedatanganya sebagai momen yang tak boleh terlewatkan, yaitu hari yang senantiasa kita rayakan serta menyambutnya dengan suka cita pesta pora merayakanya bersama orang-orang yang kita cintai dan dianggap penting dalam hidup kita seperti kerabat, keluarga ataupun pacar. Hari lahir adalah hari dimana kita pertama kali bisa menghirup udara dimuka bumi sebelum setelah kita berada hampir sembilan bulan dalam rahim ibu, yang kemudian tanggal bulan tahun tersebut di abadikan dan dijadikan sebagai momen-momen perayaan yaitu "hari ulang tahun".
Terlintas dari momen tersebut, muncul esensi makna hari ulang tahun, sebagai hari besar personality yang wajib dirayakan serta ucapan selamat dan kado ulang tahunpun tentunya menjadi harapan bagi seseorang yang sedang berulang tahun. Namun hakikatnya kita tidak pernah menyadari, esensi hari ulang tahun itu apa?
Namun ada hal yang tak semua orang bisa sadari, bahwa saat kita sedang memasuki fase demi fase usia, maka saat itu pula jatah  kita hidup didunia pun akan terkikis sedikit demi sedikit melewati fase-fase  temporal menuju kematian.
Perlu kita ketahui, sebenarnya masih banyak hal yang perlu kita lakukan selain daripada berpesta pora menghabiskan uang, waktu, serta tenaga, hanya untuk merayakan hal yang jelas-jelas keliru, ada baiknya peringatan hari ulang tahun itu, kita rayakan sebagai bagian intropeksi diri, tanya pada diri sendiri, apa yang sudah ditorehkan selama kita masih diberi kesempatan  oleh Tuhan untuk hidup di dunia? apakah bermanfaatkah untuk diri kita sendiri sebelum untuk orang lain? kita koreksi iman kita apakah kian hari kian meningkat ataukah malah mungkin semakin menurun? atau mungin kalian bisa maknai hari ulang tahun ini dengan meluangkan waktu mendekatkan diri kepada Tuhan secara persuasif saat bersembahyang sebagai momen yang pas, satu atau dua jam bahkan lebih seraya memohon ampunan serta perlindung-Nya, atau berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang belum beruntung yang jauh mungkin dibandingkan kita nasibnya, bisa berupa materi, tenaga, ilmu, pendidikan dsb. yang dianggap bisa membantu meringankan beban mereka.
Ulang tahun merupakan salah satu perayaan yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat dunia saat ini. dalam proses perayaan ulang tahun biasanya terdapat tradisi mengundang teman dan mengadakan pesta untuk memperingati hari lahir. Perayaan ulang tahun ini biasanya dilakukan tiap tahunnya pada setiap tanggal hari lahir. Agama islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia dengan jumlah pengikutnya yang banyak.
Di dalam islam sendiri telah menetapkan syariat yang mengatur berbagai hal termasuk diantaranya adalah perkara ulang tahun. Saat ini banyak pro dan kontra apakah merayakan ulang tahun dalam islam itu boleh ataukah tidak.
Sebagaimana yang tertera pada hadist:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Artinya: “Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” (HR. Bukhari-Muslim)
Banyak para alim ulama yang menganggap bahwa merayakan ulang tahun di dalam islam hukumnya adalah haram dikarenakan adanya dalil dan hujjah yang sangat kuat. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut ini:
1.      Jika ulang tahun itu adalah sebuah kegiatan yang diharuskan maka itu dianggap sebagaibid’ah karena Nabi Muhammad selama hidupnya tidak pernah melakukan hal tersebut dan tidak pernah menyuruh umatnya untuk melakukannya. Jadi, tidak boleh dilakukan perayaan ulang tahun jika memang itu menjadi sebuah kewajiban.
2.      Ulang tahun merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang barat atau non muslim. Pendapat ini mengemuka karena sebenarnya di dalam budaya islam tidak pernah ada perayaan ulang tahun dan ironisnya perayaan ini diimpor secara mentah-mentah oleh orang islam tanpa adanya penyesuaian seperti yang ada di dalam agama islam. Jadi merupakan hal yang salah jika segala sesuatu yang berasal dari barat harus dikerjakan oleh semua orang.
3.      Tidak ada manfaatnya merayakan ulang tahun. Untuk pendapat yang satu ini banyak yang menanyakan kemudian apa esensi atau manfaat dari perayaan ulang tahun ini? apakah sudah ada jelas manfaatnya ataukah hanya sekedar ikut-ikutan saja. adakah tujuan yang jelas dari perayaan ulang tahun ataukah hanya sekedar untuk menghambur-hamburkan uang saja? jadi kalau memang tidak ada manfaatnya untuk apa dilakukan?
4.      Perayaan ulang tahun tidak boleh dilakukan jika tidak mengandung hal yang membuat orang tersebut bertambah keimanan dan takwanya kepada Allah swt.
5.      Perayaan ulang tahun biasanya identik dengan bahan pamer dan pemborosan saja padahal ada hal lain yang bisa dilakukan dengan uang tersebut untuk hal yang lebih bermanfaat.
من تشبه بقوم فهو منهم
Artinya: “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban)
Namun ada juga ulama yang membolehkan adanya perayaan ulang tahun, alasannya dapat dilihat pada berikut ini:
1.      Perayaan ulang tahun boleh dilakukan jika tidak meniru ritual yang dilakukan oleh orang barat. Jadi selama dalam perayaan ulang tahun tersebut tidak dibarengi dan melakukan ritual agama orang barat dan non muslim maka ulang tahun ini bisa dilakukan.
2.      Memang Rasulullah tidak pernah merayakan ulang tahun dirinya dan menyarankan umatnya untuk melakukan peringata hari ulang tahun. Jadi, di dalam islam sendiri ibadah itu terbagi menjadi dua yaitu ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan aturan dan perintah Allah SWT yang memang harus dilakukan tanpa harus adanya pengubahan apapun. Contohnya di sini adalah shalat, dalam shalat manusia hanya perlu melakukannya berapa rakaatnya, gerakannya tanpa harus mempertanyakan mengapa. Namun ibadah lainnya adalah melakukan sesuatu yang tidak sampai pada larangannya. Contoh disini adalah tidak boleh minum alkohol namun bila minum air putih pastinya boleh. Oleh karena itu perayaan ulang tahun boleh dilakukan.
3.      Jika perayaan ulang tahun dianggap sebagai bid’ah karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan karena jika meniru-niru sebuah kaum maka akan termasuk dalam kaum tersebut. Maka sebaiknya jika ingin merayakan ulang tahun dilakukan dengan cara yang islami saja misalnya dengan menggelar tasyakuran denga anak yatim, pengajian, sedekah dan lainnya.
4.      Perayaan ulang tahun boleh dilakukan jika terdapat banyak manfaat dari perayaan tersebut. Saat ada salah anggota keluarga yang berulang tahun misalnya nenek dari keluarga besar maka bisa menjadi salah satu momen penyambung tali silaturahmi di dalam keluarga tersebut supaya menjadi lebih erat karena adanya pertemuan tersebut.
5.      Di dalam perayaan ulang tahun tidak melulu pesta seperti yang dilakukan oleh orang non muslim di dunia barat namun juga bisa dilakukan dengan cara islami seperti mengingat bahwa usia sudah bertambah jadi harus semakin intropeksi diri supaya pada tahun berikutnya bisa menjadi lebih baik lagi dan hal ini juga bisa menjadi pengingat bahwa umur semakin berkurang sehingga iman dan takwanya harus ditingkatkan.
6.      Di dalam perayaan ulang tahun biasanya diselingi dengan memanjatkan doa kepada orang yang sedang berulang tahun. Seperti yang telah diketahui bahwa saling mendoakan satu sama lain sesame manusia merupakan keharusan dan dalam momen merayakan ulang tahun juga menjadi momen untuk saling mendoakan satu sama lain.
7.      Perayaan ulang tahun jelas tidak diperbolehkan jika mengandung hal-hal yang dilarang oleh Allah seperti adanya pesta yang berlebihan, ajang pamer dan menghamburkan uang, adanya minuman dan makanan yang haram seperti alkohol dan daging babi dan pesta ulang tahun justru membuat yang sedang berulang tahun terlalu sibuk sehingga meninggalkan waktu shalatnya.

8.      Perayaan ulang tahun juga bisa dijadikan sebagai salah satu kesempatan untuk bersyukur kepada Allah atas usia, rejeki, kasih sayang dan hal lainnya yang telah diberikan kepadanya selama ini dan bisa menjadi cara untuk orang tua berterima kasih bahwa masih diberi kepercayaan untuk mengasuh anaknya sampai sejauh ini.

APA ITU FILSAFAT???


FILSAFAT, satu kata yang terdengar sangat membingungkan. Namun filsafatlah yang mampu memberikan pencerahan tentang sesuatu yang dipertanyakan dan dipermasalahkan. Mengapa kita perlu belajar filsafat, kita perlu belajar filsafat Untuk mengetahui sejak kapan munculnya ilmu pengetahuan Agar mampu berpikir sistematis, kritis untuk memperoleh kebenaran. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas apa itu filsafat.
Dari sisi kebahasaan, Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia. Philo=cinta Sophia= kebijaksanaan/kebenaran. Jadi philosophia adalah orang yang mencintai kebenaran, sehingga berupaya memperoleh dan memilikinya. Kata philosophia ditransformasikan ke berbagai bahasa. Dalam bahsa arab disebut falsafah. Dalam bahsa Indonesia disebut falsafat/filsafat. Dalam bahsa Belanda dan Jerman disebut Philosophie.
Dari sisi filsafat sebagai ilmu, Plato, fisuf besar Yunani mengatakan, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mencapai kebenaran yang asli, karena kebenaran mutlak di tangan Tuhan. Atau dengan singkat dikatakan pengetahuan tentang segala yang ada. Aristoteles, murid Plato mengatakan, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu matafisika, logika, retorika, politik, sosial budaya dan estetika. Alfarabi, Filsuf besar muslim dengan gelar Aristoteles ke 2, mengatakan Filsafat adalah pengetahuann tentang yang ada menurut hakikatnya yang sebenarnya
Immanuel Kant, Filsuf barat dengan gelar raksasa pemikir Eropa, mengatakan filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan:
1.      apa dapat kita ketahui, dijawab oleh  metafisika
2.      apa yang boleh kita kerjakan, dijawab oleh etika
3.      apa yang dinamakan manusia, dijawab oleh antropologi.
4.      sampai dimana harapan kita, dijawab oleh agama.


Itulah filsafat, saya sendiri berpendapat bahwa filsafat itu suatu ilmu pencarian, mengapa saya mengatakan demikian karena filsafat itu suatu ilmu yang terus mencari kebenaran dengan menghubungan segala aspek dalam kehidupan ini. Sehingga penting kiranya kita mengetahui apa itu filsafat karena sesungguhnya kita telah berfilsafat dalam menjalani kehidupan ini, banyak hal yang terjadi didunia ini yang terus kita cari kebenaran dan hakekatnya.

BERTEMU MATEMATIKA LAGI, MATEMATIKA LAGI? MENGAPA HARUS BELAJAR MATEMATIKA?




BERTEMU MATEMATIKA LAGI, MATEMATIKA LAGI?
MENGAPA  HARUS BELAJAR MATEMATIKA?

Dari SD, SMP, SMA sampai dibangku perkuliah masih saja bertemu dengan matematika, mengapa mata pelajaran yang begitu menguras otak ini bagitu penting rupanya, mungkinkah kita bisa lepas dari satu ilmu pengatahuan yang begitu rumit ini? Siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu, tentu mungkin tidak ada, karena pada hakikatnya dalam kehidupan ini kita tidak terlepas dari induknya ilmu pengetahuan ini, kita mungkin saja sudah tidak lagi belajar matematika di bangku sekolah atau pendiidkan lainnya, namun faktanya kita selalu bertemu dengan matematika dalam segala aspek kehidupan kita, mislanya dalam transaksi yang memerlukan ilmu matematika yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Matematika adalah pelajaran yang sangat ditakuti sebagian siswa dari belahan dunia manapun. Pelajaran ini dahulunya terbagi menjadi ilmu hitung, ilmu ukur, dan aljabar. Matematika banyak digunakan di berbagai bidang disiplin lain, misalnya fisika, kimia, biologi, teknik, komputer, industri, ekonomi, kedokteran, dan pertanian. Untuk itulah mengapa matematika diajarkan sejak awal kita sekolah.
Untuk tingkat taman kanak-kanak, siswa diajarkan mengenal bilangan yang sangat dasar yaitu, bilangan asli, dan belajar mengurutkan bilangan tersebut. Ini bertujuan agar di sekolah dasar siswa bisa menghitung bilangan tersebut.
Untuk tingkat sekolah dasar, siswa diharapkan bisa menghitung dengan berbagai macam operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Lalu siswa dikenalkan dengan soal cerita sederhana dan membuatnya ke dalam kalimat matematika kemudian menyelesaikannya. Ini bertujuan untuk melatih nalar kita dalam menghadapi masalah sehari-hari, seperti menghitung kembalian saat kita jajan di sekolah atau di rumah.
Saat di sekolah menengah pertama dan atas, siswa dikenalkan dengan matematika yang cukup kompleks dan diharapkan bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut.
Apakah kita sudah melalui proses bermatematika dengan benar? Jika benar, kita bisa mengikuti setiap materi yang kita terima dengan baik. Jika tidak, kita selalu kesulitan dengan pelajaran ini dan bertanya kenapa kita harus belajar materi yang sulit ini?
Tahukah kita kenapa seorang penulis bisa menulis buku yang sukses? Atau seseorang bisa menjadi pengacara yang sukses? Kedua profesi tersebut tidak membutuhkan matematika saat mereka kuliah, tapi apakah matematika jadi tidak penting bagi mereka?
Kalau kita telurusi lebih jauh, sebenarnya mereka menggunakan konsep bermatematika yang benar. Seorang penulis bisa menyusun sebuah kata-kata dan kalimat-kalimat menjadi tulisan yang bagus itu membutuhkan strategi; begitu juga seorang pengacara bisa memenangkan sebuah kasus hukum yang dia tangani membutuhkan strategi. Strategi tersebut mereka peroleh dari penalaran saat mereka mencoba menyelesaikan masalah dalam belajar matematika.
Begitu juga ketika seorang dokter dihadapkan pada pasien yang sekarat dan membutuhkan pertolongan secepatnya, matematika akan menuntun dokter tersebut mengambil keputusan dengan menghitung resiko terkecil dari yang terburuk. Tanpa matematika seorang dokter akan kesulitan dalam pengambilan keputusan.
Kalian tahu Mr. Bean (Rowan Atkinson)? Dia adalah aktor dari Inggris yang mempunyai karakter seperti orang bodoh padahal tidak bodoh. Rowan adalah lulusan Teknik Elektro. Untuk bisa berakting seperti itu dibutuhkan kemampuan matematika yang sangat tinggi. Tidak semua orang bisa seperti dia.
Contoh-contoh di atas sengaja saya tampilkan padahal aktivitas mereka tidak berhubungan langsung dengan matematika yang dipelajari saat sekolah, tapi manfaat dari belajar matematika bisa membuat mereka seperti itu. Belajar matematika melatih penalaran kita untuk bisa menghadapi masalah dan keluar jadi pemenang.
Bagi dunia keilmuan matematika berperan untuk menciptakan komunikasi yang cermat dan tepat. Matematika memberikan kontribusi yang begitu besar dalam dunia keilmuan. Maka dari itu matematika adalah pelajaran yang sangat penting dan sangat bermanfaat untuk kita.
beberapa manfaat yang kamu dapet kalo belajar matematika
1.      cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
2.      cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikit bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional.
3.      belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. masih ingatkah teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebaganya. jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh  dengan jawaban yang sebenarnya.
4.      belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada lamgkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,). begitulah hidup. kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis.
5.      yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak ko penerapan matematika dalam kehidupan nyata. tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika.
Nah itu dia kenapa kita harus belajar matematika dengan benar, masih malas untuk belajar ilmu yang satu ini.

FALSAFAH PENDIDIKAN INKLUSI


FALSAFAH PENDIDIKAN INKLUSI

Pernahkan kalian mendengar sekolah inklusi? Sekolah seperti apa itu?
Paradigma baru dalam pendidikan melalui hadirnya konsep baru pendidikan khusus, yaitu berupa sekolah inklusi, menghasilkan berbagai morning issue yang terdengar masyarakat. Ini merupakan kontroversi awal bagi hadirnya new product di dunia pendidikan yang disebut education for all. Sebenarnya, ini bukanlah suatu produk baru lagi, namun para ilmuan pendidikan baru menyadari bahwa pendidikan yang selama ini ada sebenarnya adalah hak semua manusia, entah yang normal maupun berkebutuhan khusus. Intinya, pendidikan untuk semua tidak memandang latar belakang kehidupan anak karena mereka semua memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Bagaimana falsafah pendidikan inklusi ini mari kita bahas....
Secara umum falsafah inklusi adalah mewujudkan suatu kehidupan yang ramah tidak diskriminatif dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian inklusi tidak hanya dalam aspek pendidikan tetapi dalam segala aspek kehidupan. Inklusi berarti juga suatu cita-cita seperti halnya kehidupan adil dan makmur serta sejahtera yang harus dicapai dalam suatu kehidupan masyarakat. Falsafah pendidikan inklusif adalah upaya mewujudkan sekolah yang ramah dalam pembelajaran.
1.    Sekolah ramah adalah pendidikan yang menghargai hak dasar manusia
2.    Sekolah ramah adalah pendidikan yang memperhatikan kebutuhan individual
3.    Sekolah ramah berarti menerima keanekaragaman
4.    Sekolah ramah berarti tidak deskriminatif
5.    Sekolah ramah menghindari labelisasi
Falsafah pendidikan inklusi juga dapat bermakna :
1.    Pendidikan untuk semua. Setiap anak berhak untuk mengakses dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
2.    elajar hidup bersama dan bersosialisasi. Setiap anak berhak untuk mendapatkan perhatian yang sama sebagai peserta didik.
3.    Integrasi pada lingkungan. Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis.
4.    Penerimaan terhadap perbedaan. Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan. Setiap anak merupakan pribadi yang unik.
Itu dia falsafah pendidikan inklusif, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan sekolah inklusif sehingga anak yang berkebutuhan khusus yang berbakat dapat menyalurkan bakat mereka pemerintah juga harus mensosialisasikan adanya sekolah inklusif agar sekolah inklusif diketahui keberadaanya, dan masyarakat tidak lagi meremehkan sekolah inklusif bahwa anak inklusif juga bisa berprestasi layaknya anak normal.
Sumber/referensi:

Ilahi, Mohmmad Takdir. 2013. Pendidikan Inklusif. Yogyakarta : Ar- Ruzz Media

PERNAH SEKOLAH? PERNAH UPACARA PASTINYA? TAUKAH ESENSINYA?



PERNAH SEKOLAH? PERNAH UPACARA PASTINYA?
TAUKAH ESENSINYA?
Siapa saja yang pernah menjadi peserta didik, pasti pernah melakukan kegiatan rutin ini, hmm yah mungkin sampai bosan, khususnya di hari senin nih pasti kita digiring untuk masuk lapangan berbaris rapi, memakai seragam rapi, pakai dasi, pakai topi dan berdiri tegap, benar bukan? Nah kita taukah kenapa kita melakukan upacara? Selain mengharigai para pahlawan?
Menurut undang-undang, upacara bendera hanya boleh dilakukan pada acara kenegaraan yaitu acara yang diatur dan dilaksanakan panitia negara secara terpusat, dihadiri Presiden dan atau Wakil Presiden serta pejabat negara. Upacara bendera juga dilakukan pada acara resmi yaitu acara yang diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu, dihadiri oleh pejabat negara dan atau pejabat pemerintahan.
Jika hanya boleh dilakukan pada dua acara tersebut, kenapa upacara bendera juga dilakukan tiap hari Senin pagi di sekolah-sekolah? Itu karena ada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan. Dalam peraturan tersebut ada 10 materi pembinaan dan salah satunya adalah membentuk kepribadian unggul, wawasan kebangsaan dan bela negara.
Dijelaskan juga, salah satu cara membentuk kepribadian unggul dengan wawasan kebangsaan dan belanegara itu adalah lewat kegiatan kokurikuler (kegiatan yang erat hubungannya dan menunjang program pendidikan dalam kurikulum) upacara bendera pada hari senin dan sabtu serta pada hari-hari besar nasional. Soal wajib atau tidak, mungkin tergantung pemda setempat apakah mengeluarkan peraturan daerah yang mewajibkan upacara bendera untuk sekolah-sekolah di daerahnya.
Mungkin ada pro dan kontra mengenai pentingnya upacara sebagai salah satu cara membentuk kepribadian unggul dan meningkatkan rasa nasionalisme. Terlepas dari itu, ada esensi penting dari kegiatan upacara bendera di sekolah: melatih disiplin dan pengendalian diri siswa. Suka atau tidak suka, anak harus siap berbaris di lapangan, harus mengenakan seragam dengan atribut lengkap, harus berlatih jika menjadi petugas upacara, tidak boleh mengobrol dan bergerak selama upacara berlangsung serta menunjukkan sikap hormat pada lambang-lambang negara.
Upacara bendera di sekolah rutin dilaksanakan setiap hari senin. Sering terjadi sebagian besar siswa ngobrol sendiri dengan teman disampingnya. Siswa yang terlihat serius hanya yang berdiri di barisan terdepan.Hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak dikalangan generasi bangsa yang menganggap bahwa upacara hanyalah sekedar seremonial dan rutinitas belaka,dan kalau sudah demikian,berarti esensi dan substansi nilai upacara tersebut sudah hilang,yang semestinya upacara sebagai bagian dari pendidikan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang membumi..
Fenomena seperti ini menyiratkan bahwa,perlu dikembangkan penanaman nilai kepada peserta didik yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial. Para siswa harus disadarkan akan pentingnya nasionalisme dan patriotisme melalui pengalaman-pengalaman hidup yang berkesinambungan.Demikian juga dengan para pendidik,harus bisa menjadi contoh dan diguguh oleh siswanya,seperti apa yang dikatakan oleh Kuntowijoyo, "bahwa Guru itu sebagai example centre", yaitu tempat bagi siswa untuk mengaca dan mengukur diri.Tanpa contoh kongkrit dari para pendidik, siswa akan menganggap Guru hanya pandai bicara tetapi tidak becus mempraktekkannya.
Olehnya itu peranan para pendidik, lagi-lagi sebagai kata kunci dalam penanaman nilai-nilai terhadap anak didiknya, dan dimulai dari diri para pendidik itu sendiri. Karakter anak tidak sepenuhnya bergantung pada kata dan ucapan, tapi lebih kepada sikap yang menjadi contoh yang mereka bisa tiru.
Jadi kegiatan upacara itu punya makna yang mendalam loh, namun hal tersebut tidak akan bermakna apa-apa jika kita yang menjalaninya hanya menganggap hal tersebut suatu kegiatan yang membosankan dan hanya buang-buang waktu saja, oleh karena itu mari kita bersama-sama memaknai esensi utama dari kegiatan upacara ini.